03 Februari 2008

Wajah Pri Bumi !!

Iwan Fals” yang bernama lengkap Virgiawan Listianto lahir 3 September 1961 Jakarta, adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu icon legenda musisi di Indonesia

Iwan Fals lahir dari pasangan Haryoso (ayah) dan Lies (ibu). Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.

Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalam paduan suara sekolah.

Gitar seakan-akan sudah menjadi sahabat yang tak terpisahkan bagi Iwan. Bahkan ketika ia bersekolah di KBRI, Jedah, Arab Saudi, selama 8 bulan, gitar menjadi teman penghibur di kala sepi datang menghadang. Dalam perjalanan pulang dari Jedah ketika musim haji, Iwan mendapat pengalaman yang unik. Seorang pramugari mengajarinya menyanyikan lagu Blowing in the Wind Bob Dylan dan membantu menyetem gitarnya yang fals.

Sosok dan lagu-lagunya sering di identikkan dengan Bob Dylan, penyanyi balada Amerika yang juga suka menyuarakan kritik-kritik sosial. . Bob Dylan juga merupakan sosok idola bagi ayah tiga anak ini. Kendati kini lagu-lagu terakhirnya tidak “segarang” dahulu, namun bukan berarti dia melupakan atau tidak mempedulikan apa yang sesungguhnya tengah terjadi di negerinya sendiri.Virgiawan Listianto yang populer dengan nama Iwan Fals dikenal sebagai ‘wakil rakyat’ yang lantang menyuarakan seruan hati para wong cilik. Sepanjang karirnya selama kurang lebih 20 tahun di dunia musik ia telah terbukti memiliki kelompok penggemar khusus yang dekat dengan kemiskinan, ketidakadilan dan pengangguran. Lagu-lagunya kerap dihubungkan dengan protes-protes sosial seperti pernah terkenal lewat Oemar Bakri 1981 dan Bento (1991). Kehadiran Iwan menjadi makin tegas seiring dengan munculnya persoalan-persoalan yang membakar emosi masyarakat. Ia tumbuh di tengah-tengah banyak persoalan, dan dari berbagai persoalan itulah ia menemukan pesan yang tertuang dalam sebuah lagu ." Di masa Pemerintahan Orde Baru, lagu-lagu Iwan sempat dicekal dan ia dilarang melakukan pertunjukan di beberapa daerah. Pada 1984 ia mendapat masalah karena lagunya yang berjudul Mbak Tini. Lagu ini berkisah tentang Mbak Tini, seorang pelacur yang membuka warung kopi di pinggir jalan dan mempunyai suami bernama Soeharto, seorang supir truk. Oleh pihak yang berwenang waktu itu, lagu tersebut dianggap menghina presiden RI ke-2, Soeharto (alm). Akibatnya, Iwan terancam bakal masuk penjara. Padahal, menurut Iwan Fals, lagu tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Soeharto (alm) dan istrinya, (mendiang)Tien Soeharto. Nama besar yang disandangnya saat ini dicapainya setelah melalui jalan penuh kerikil dan berdebu di bawah hujan dan terik matahari dalam komunitas ‘pengamen jalanan’. Pria yang diberi julukan “Pahlawan Besar Asia” menurut majalah Time Asia edisi 29 April 2002 ini, pernah dinobatkan sebagai salah satu Pahlawan Asia (Asian Heroes) yang disejajarkan dengan sosok legenda hidup Asia lainnya seperti San Suukyi, Hidetoshi Nakata, Jackie Chan hingga Pramoedya Ananta Toer. Dalam tahun-tahun terakhir, semenjak, kepergian anak pertamanya Galang Rambu Anarki (almarhum), April 1997, seorang gitaris yang baru saja meluncurkan album perdananya di usia 15 tahun, membuatnya semakin menghargai posisinya sebagai seorang ayah yang harus menjaga, mendidik, dan memelihara anak-anaknya. Rasa cintanya kepada dua anaknya, Annisa Cikal Rambu Basae dan Rayya Rambu Robbani, adalah pengobar semangat di usianya yang sudah kepala empat puluh-an. Rambutnya mulai kelabu. Garis-garis halus perjalanan hidupnya kini juga sudah mulai terpahat di wajahnya yang tenang. Kata-kata yang keluar pun selalu apa adanya dan berakhir dengan kesederhanaan. Sikapnya juga memantulkan kerendahan hati sebagaimana layaknya ia sebagai seorang legenda.

0 komentar:

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP